Beberapa Langkah Penting Cara Mengobati Hipertiroidisme
Kesehatan 

Beberapa Langkah Penting Cara Mengobati Hipertiroidisme

Hipertiroidisme merupakan suatu kondisi di mana kelenjar tiroid menghasilkan banyak hormon tiroid. Laman Health Havard yang merupakan pakar metabolisme menyebutkan bahwa efek samping yang ditimbulkan berupa proses metabolisme tubuh yang meningkat. Akibatnya detak jantung tidak beraturan dan berat badan akan menurut tiba-tiba meskipun memiliki nafsu makan yang normal bahkan tinggi. Tak hanya itu, anda akan mudah berkeringan dan kontrol emosi tidak stabil (sensitif, cemas, mudah gugup, moody, dan cepat marah). Oleh karena itu, kita perlu jalan keluar untuk menemukan cara mengobati hipertiroidisme sebelum berdampak lebih buruk bagi kesehatan. Terlebih penyakit ini tidak akan menunjukkan gejalanya pada beberapa kasus sehingga hanya akan terdeteksi setelah penderita melakukan pemeriksaan. Lantas pemeriksaan apa saja yang dilakukan untuk deteksi penyakit ini? berikut jawabannya berdasarkan penjelasan dari dr. Selfiyanti Bimantara, SpTHT-KL dari Rumah Sakit Meilia Cibubur pada doktersehat.com.

  1. Riwayat Medis

Pada pemeriksaan ini pasien akan lebih ditanyai mengenai riwayat medisnya. Baik informasi mengenai penyakit yang pernah diderita, pengobatan yang pernah dilakukan, dan riwayat kesehatan keluarga. Hal ini penting dilakukan untuk mengetahui secara pasti apa yang menjadi penyebab yang anda derita. Apakah merupakan penyakit genetik atau keturunan atau ada alasan lain.

  1. Pemeriksaan Fisik

Pemeriksaan fisik yang dilakukan dengan mendeteksi getaran yang ditimbulkan dari jari anda ketika dokter memperpanjangnya, kulit lembab, perubahan mata, dan reflek terlalu aktif atau tidak. Kelenjar tiroid anda juga akan di cek, apakah mengalami pembesaran, lunak, atau bergelombang. Tak lupa untuk mengecek denyut nadi anda apakag masih dalam batas kewajaran atau tidak.

  1. Tes Darah

Menurut doktersehat.com, diagnosis hipertiroid akan terkonfirmasi setelah melakukan tes darah berupa mengetahui kadar thyroid-stimulating hormone (TSH) dan tiroksin di dalam darah penderita. Aktif tidaknya tiroid dalam darah dapat dilihat dari nilai kadar tiroksin dan jumlah TSH yang ada. Dikatakan terlalu aktif ketika memiliki kadar tiroksin tinggi dan jumlah TSH yang rendah.

  1. Tes Serapan Radio Yodium

Tes ini memanfaatkan radioiodine dengan cara meletakkannya di dalam kelenjar tiroid. Hal ini dilakukan sebab tiroid memanfaatkan yodium untuk menghasilkan hormon. Setelah 2, 6, atau 24 jam akan diperiksa kembali untuk mengetahui berapa banyak yodium yang diserap oleh kelenjar tiroid. Jika menyerap banyak radioiodin akan mengartikan bahwa kelenjar tiroid memproduksi banyak tiroksin. Ini semua disebabkan oleh adanya penyakit nodul hyperfunctioning. Jika serapan radioiodine nya rendah maka tiroksin dalam kelenjar mengalami kebocoran di dalam aliran darah. Artinya anda mengalami tiroiditis.

  1. Pemindaian Tiroid

Isotop radioaktif akan disuntikkan ke dalam pembuluh darah pada bagian vena tangan ataupun bagian siku. Waktu yang diperlakukan untuk proses ini beragam, disesuaikan dengan waktu yang diperlukan isotop untuk mencapai kelenjar tiroid.

Dalam penyembuhan penyakit anda disesuaikan dengan usia, gejala, kadar hormon, dan keadaan anda. Ada beberapa orang yang bahkan memerlukan beberapa pengobatan untuk penyembuhan. Adapun cara mengobati hipertiroidisme yang dapat anda lakukan ada beberapa hal, diantaranya sebagai berikut.

  1. Radioterapi

Cara mengobati hipertiroidisme dengan langkah ini ialah mengonsumsi kapsul ataupun obat bersifat cair yang diberikan oleh dokter. Tujuannya untuk mengurangi kadar hormon tiroid dan kelenjar tiroid yang dihasilkan.

  1. Thionamide

Pengobatan dengan langkah ini dilakukan untuk menekan produksi hormon triiodotironin dan tiroksin. Biasanya dokter akan memberikan obat yang sebaiknya dikonsumsi 1 – 2 bulan. Obatnya dapat berupa propylthiouracil dan methimazole. Obat ini akan membantu mengurangi detak jantung agar tidak berdebar kencang kembali. Untuk dosis dan waktu minum obat sudah diatur oleh dokter endokrin secara berkala.

  1. Operasi

Bersumber dari referensi alodokter.com, operasi menjadi opsi penting dalam penyembuhan penyakit ini. Operasi yang dilakukan ialah mengangkat kelenjar tiroid. Namun operasi hanya dapat dilakukan jika ada beberapa keadaan sebagai berikut.

  • Pasien memiliki masalah penglihatan yang cukup parah.
  • Terapi iodium dan pemberian beberapa obat tidak berperan besar dalam mengatasi hipertiroidisme.
  • Terjadinya pembengkakan pada kelenjar tiroid yang cukup parah.
  • Keadaan penderita yang tidak dapat memungkinkan untuk melakukan terapi iodium radioktif atau pengobatan lain sebab sedang hamil atau menyusui.

Demikian langkah-langkah cara mengobati hipertirodisme yang dapat pasien lakukan. Dikutip dari sehatly.com, anda disarankan untuk mengonsumsi 5 bahan alami ini untuk mengatasi hipertiroid, yaitu lemon balm, herbal motherwort, buah beri, rumput laut, dan buah beri.

Related posts

shares